Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sehat. Tampilkan semua postingan

Olla Ramlan menari, yoga, dan pilates untuk menjaga tubuhnya tetap langsing

Senin, 05 Mei 2014 | komentar




Presenter infotainment dan variety show ini mengaku gemar mengonsumsi makanan manis seperti es krim dan cokelat, namun tetap bisa mempertahankan tubuh langsingnya. Apa rahasianya? Ternyata wanita berusia 33 tahun ini selalu mengimbanginya dengan aktivitas fisik yang banyak dan tidur yang cukup. Berbagai kegiatan dia lakukan, mulai dari menari, yoga, pilates hingga menyanyi.

"Saya juga menyanyi dan menari di acara salah satu stasiun televisi, itu kebakar juga kalorinya," terang Olla.

Cara menghilangkan dan Mengatasi Jerawat di Wajah

Jumat, 31 Januari 2014 | komentar



Begitu buka google dan ketik kata cara , kok yang banyak di cari kata "cara menghilangkan jerawat". ya sudah ane bikin post "cara menghilangkan jerawat". kali aja bisa nongol di pageone google search enginne dan bisa membantu anda atau orang yang lagi cari cara menghilangkan jerawat.



Cara Mengatasi Jerawat Di Wajah – 

1.Perbanyak makan bawang putih
Bawang putih dapat menghancurkan bakteri jahat di dalam pori-pori kulit. Selain itu, bawang putih juga berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, termasuk kulit

2.Olahraga dan tidur yang cukup
Stres yang Anda alami setiap hari juga akan memicu ketidakseimbangan hormon dan berakhir pada jerawat. Latihan dan tidur yang cukup akan membantu tubuh kembali menstabilkan hormone

3.Rajin Mencuci wajah
Jerawat bisa timbul karena kotoran yang mengendap di pori-pori. Cucilah wajah anda dengan air hangat akan membuat pori-pori terbuka untuk sementara, sehingga sabun pembersih Anda dapat membersihkan kulit wajah secara maksimal. Setelah bersih, cucilah muka lagi dengan air dingin, sehingga pori-pori menutup kembali.

4.Master Alami

Cara mengatasi jerawat secara alami dapat dilakuukan dengan masker alami . Cara membuat masker : blender apel dan beberapa tangkai seledri, lali tambahkan perasan air jeruk lemon. Oleskan masker tersebut pada jerawat. Diamkan hingga mengering. Lalu bilas bersih. Seledri bermanfaat untuk membantu mengurangi pembengkakan jerawat.

5.Konsumsi Vitamin C
Kekurangan vitamin C akan membuat Anda peka terhadap bakteri penyebab jerawat. Untuk mengatasinya, Anda harus memperbanyak makan buah-buahan dan sayur yang banyak mengandung vitamin C.

Manfaat Sehat Tidur dengan Tubuh Telanjang

Senin, 27 Januari 2014 | komentar (1)




Tidur adalah saat yang tepat untuk mengistirahatkan tubuh dan mengisi ulang tenaga. Agar tidur berkualitas, maka lingkungan sekitarnya pun harus mendukung, salah satunya pakaian yang dikenakan. Lebih sehat lagi bila Anda tidur tanpa menggunakan busana alias telanjang.

Beberapa orang mungkin menganggap tidur tanpa busana akan membuat risih dan justru tidak nyaman. Namun jika Anda mau mencobanya, tidur dengan tubuh telanjang bisa memberikan berbagai manfaat sehat.

Berikut beberapa manfaat sehat tidur dengan tubuh telanjang, seperti dilansir Cosmopolitan.com

 1. Vagina lebih sehat

Jennifer Landa, MD, penulis The Sex Drive Solution for Women, mengatakan bahwa tidur telanjang bisa membuat bagian intim tubuh menjadi lebih sehat.

Vagina dihuni oleh beberapa jenis ragi dan bakteri yang wajar dan tidak berbahaya jika jumlahnya normal. Tapi lingkungan yang hangat dan lembab dapat menyebabkan pertumbuhan ragi dan bakteri berlebih hingga memicu timbulnya infeksi. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menjaga agar sirkulasi udara pada vagina lancar, yaitu dengan tidak mengenakan celana dalam atau pakaian ketika tidur.

 2. Tidur lebih nyenyak

Meskipun Anda mungkin ingin nyaman dan hangat di malam hari, tapi sebenarnya penting untuk memiliki lingkungan yang lebih dingin ketika Anda tidur.

Suhu tubuh akan semakin menurun saat seseorang tidur, yang merupakan kecenderungan alami dari tubuh, sehingga terlalu hangat dengan baju dan selimut dapat mengganggu proses tersebut.

"Tidur telanjang dapat membantu tubuh Anda tetap dingin," jelas Lisa Shives, MD, dari National Sleep Foundation.

 3. Mempercantik kulit dan rambut

Menurut Natasha Turner, seorang naturopath dan penulis buku laris The Hormone Diet, terlalu hangat di malam hari dapat mengganggu pelepasan melatonin dan hormon pertumbuhan, hormon anti-penuaan utama yang ada di dalam tubuh.

"Ketika suhu tubuh menurun, hormon pertumbuhan akan dilepaskan dan sihir regeneratifnya bekerja, yang membuat kulit dan rambut tampak mengagumkan," jelas Natasha Turner.

 4. Mencegah kenaikan berat badan

Tidur telanjang dapat membuat Anda lebih nyenyak, yang akan menurunkan hormon stres kortisol, menjaga energi dan tingat rasa lapar. Bila tidur Anda terganggu, kortisol akan terlalu tinggi ketika alarm berbunyi, membuat Anda lebih mungkin bangun dengan rasa lapar dan makan secara berlebihan.

 5. Meningkatkan rasa percaya diri

Tidur telanjang dapat membuat seseorang merasa seksi akan tubuhnya sendiri dan akan meningkatkan kepercayaan diri.

 6. Seks lebih berkualitas

Tidur telanjang sangat baik untuk pasangan suami istri, karena kontak dari kulit ke kulit dapat meningkatkan produksi bahan kimia seperti hormon oksitosin. Hormon cinta ini dapat meningkatkan suasana hati dan membuat Anda lebih rileks untuk seks. Pada akhirnya, tidur telanjang dapat mendorong hubungan seks yang lebih berkualitas, serta membuat seseorang lebih mungkin mencapai orgasme.

Cara Terbaik Atasi Keputihan

| komentar




Keputihan seringkali terjadi karena wanita kurang menjaga kebersihan organ intimnya. Namun jika sudah telanjur mengalaminya, tidak dianjurkan menggunakan sabun untuk menghilangkan keputihan.

Keputihan sebenarnya adalah cairan vagina yang bertambah secara abnormal. Pada dasarnya, cairan vagina berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina. Bertambahnya cairan vagina secara normal dapat terjadi, misalnya saat kehamilan, saat masa subur ataupun akibat rangsangan seksual.

Cairan vagina normal biasanya tak berbau, bening sampai agak keputihan dengan konsistensi cair berlendir. Namun pada keputihan, cairan vagina bisa disertai bau (bau asam, busuk), berwarna kekuningan, kehijauan, keabuan, konsistensi menjadi lebih kental (dapat menyerupai ingus) dan dapat disertai gatal. Mungkin juga terdapat rasa nyeri saat berhubungan seksual atau terdapat bercak darah.

"Kalau sudah terkena keputihan abnormal, sebaiknya segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas dr Hari Nugroho, SpOG, dari Divisi Obstetri dan ginekologi RSUD Dr Soetomo Surabaya saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (15/1/2014).

Dihubungi terpisah, dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, dari RSUD Leuwiliang Bogor menyatakan bahwa douching (mencuci vagina dengan sabun) tidak dianjurkan karena pada daerah vagia secara alamiah harus berada pada kondisi asam sehingga bisa memproteksi bakteri dari luar.

Vagina douching dapat mengubah tingkat keasaman sehingga mengubah flora normal yang ada di vagina. Flora normal bisa saja mati karena penggunaan sabun, sehingga infeksi bakteri yang tadinya tidak bisa masuk justru menjadi masuk.

"Yang sering salah wanita saat keputihan langsung cuci, memang pas saat dicuci bersih tapi setelah itu justru tambah banyak jamurnya. Maka saat keputihan pastikan itu bersifat patologus atau bukan. Kalau kondisi cairannya normal itu nggak masalah. Kalau nggak normal ya baiknya periksa," jelas dr Irfan.

dr Irfan menyarankan sebaiknya pilih pakaian dalam dengan bahan menyerap keringat seperti katun, tapi yang sering jadi masalah banyak keluhan bahan katun modelnya tidak terlalu bagus.

Selain itu, selalu membawa celana dalam ganti sehingga saat berkeringat langsung ganti terutama untuk orang yang sibuk seharian. Hindari pakai celana jeans yang ketat karena bisa menambah kelembaban vagina. Nah, supaya jamur di celana dalam mati, sebelum dicuci dengan deterjen, rendam dulu pakai air hangat.

"Untuk membasuh vagina pakai saja air hangat. Daun sirih itu tidak dianjurkan, ya prinsipnya sama daun sirih justru bisa mematikan flora normal di vagina. Kalau masih normal, tidak ada keputihan sesekali boleh pakai karena kan berkaitan dengan keharuman daerah kewanitaan, tapi kalau sudah keputihan sebaiknya jangan," saran dr Irfan.

Miss V Sering Becek? Cek 5 Kemungkinan Penyebabnya

| komentar





Pelumas organ intim berguna untuk mengurangi gesekan dan mencegah lecet saat berhubungan seks. Namun bila berlebihan, pelumas juga bisa mengurangi kenyamanan. Apa saja yang membuat Miss V kelebihan pelumas hingga terasa becek?

Berikut ini beberapa penyebab produksi pelumas organ intim meningkat, hasil wawancara dengan dr Hari Nugroho, SpOG dari RS Dr Soetomo Surabaya dan dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG dari RS Leuwiliang Bogor.

 1. Infeksi pada vagina
Secara patologis, cairan vagina yang berlebihan bisa disebabkan oleh infeksi jamur. Warna cairan putih seperti yoghurt, kental, kadang sampai berkerak, sampai memicu bercak putih di celana dalam dan terasa gatal. Jika disebabkan oleh bakteri, warnanya cenderung putih kekuningan, bau amis atau bahkan bau busuk dan berwarna kehijauan.

 2. Bertubuh gemuk
Tubuh gemuk menandakan adanya simpanan lemak di tubuh yang tinggi. Kondisi ini memicu peningkatan kadar hormon esterogen atau disebut hiperesterogen. Dikatakan oleh dr Irfan, kondisi ini menyebabkan Miss V mengeluarkan banyak cairan.

 3. Pakai celana jeans terlalu ketat
Suka memakai celana ketat? Tampak seksi memang, namun di dalamnya bisa jadi tidak seksi sama sekali. Kurangnya sirkulasi udara akibat celana yang terlalu ketat memicu kelembaban tinggi di daerah intim, sehingga kuman mudah berkembang biak dan memicu infeksi.

 4. Hormon estrogen tinggi
Produksi cairan pelumas pada organ intim perempuan dipengaruhi oleh hormon seks esterogen. Pelumasan meningkat saat kadar esterogen sedang tinggi-tingginya. Di antaranya saat memasuki fase ovulasi atau masa subur, saat hamil, atau saat mengonsumsi kontrasepsi hormonal.

 5. Konsumsi makanan bergula
Banyak yang mengatakan bahwa makanan bergula dan buah-buahan yang dikeringkan bisa membuat Ms V lebih becek. Sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan kebenarannya, bahkan dr Hari menduganya sebagai mitos belaka.

Namun pada pengidap diabetes, mitos tersebut bisa jadi benar. Hiperglikemi atau kelebihan kadar gula pada kondisi tersebut bisa memicu produksi hormon esterogen sehingga merangsang pelepasan cairan pelumas yang berlebihan.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kabar berita terbaru - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger